Jumat sore itu, aku tiba di rumah Tanti sedikit terlambat dari biasanya. Jalanan macet sekali karena ada karnaval hari jadi kota M, bis yang kutumpangi harus berjalan merambat. Dari lampu merah ke terminal yang biasanya cuma sepuluh menit, ini malah lebih dari satu jam.
Sialan! Kalau tidak teringat kemana aku akan menuju sekarang, ingin rasanya putar balik dan pulang saja. Tapi membayangkan
Showing posts with label Sang Pejantan. Show all posts
Showing posts with label Sang Pejantan. Show all posts
Monday, 9 November 2015
Sang Pejantan 4
Di balik meja kerja, kuelus pelan batang kontolku yang sepertinya akan nganggur dalam dua bulan ini. Hanya istriku yang bisa kupakai, sedangkan Tanti dan Windy lagi halangan. Sungguh apes sekali. Tanti sedang nifas habis melahirkan, sedangkan Windy lagi hamil muda. Dua-duanya tak bisa melayaniku.
Namun ternyata nasibku tidak jelek-jelek amat karena sekitar dua minggu kemudian, Tanti tiba-tiba
Namun ternyata nasibku tidak jelek-jelek amat karena sekitar dua minggu kemudian, Tanti tiba-tiba
Sang Pejantan 3
Sudah sebulan berlalu sejak peristiwa dan hari-hari penuh sensasi dengan Windy. Terhitung seminggu sekali aku mengunjunginya. Harinya tidak tentu, mengikuti jam dinas suaminya yang berubah-ubah. Meski sedikit merepotkan, aku oke-oke saja. Rasanya tidak ada bosan-bosannya menyetubuhi wanita cantik yang satu itu. Meski tidak semolek Tanti, tapi ada saja ulah dan perbuatannya yang mengejutkanku.
Sang Pejantan 2
Malam terasa dingin. Gerimis masih mengguyur pelan ketika aku tiba di rumah Tanti. Seiring usia kandungannya yang semakin besar, ia sudah tidak bisa lagi menjemputku di terminal. Dokter melarangnya menyetir mobil sendirian. Jadi terpaksa aku harus naik angkot kalau mau ke rumahnya. Meski jadi agak lama dan sedikit berdesak-desakan, tapi aku rela melakukannya. Demi bisa meniduri wanita cantik dan
Sunday, 8 November 2015
Sang Pejantan
”Kapan suamimu pulang, Tan?” bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih satu jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan di atas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit payudaranya yang membusung indah dan sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu bulat dan montok bukit payudara wanita cantik itu. Kucubit gemas berulang
Subscribe to:
Posts (Atom)