Showing posts with label Kembar. Show all posts
Showing posts with label Kembar. Show all posts

Sunday, 1 November 2015

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 10

Chapter X

* * *



"Ahh..empuk bener rasanya kasur kesayangan gua" gumamku sambil merebahkan diri.

Masih terasa lelah, dari kemarin tenagaku terforsir memang. Tapi ya..hasil yang aku dapat cukup setimpal dengan usahaku, kecuali tante Ririn...

"Ehh kok malah jadi mikirin tante Ririn?" anganku langsung terbang kembali mengingat kejadian malam tadi

"Wah kacau malah jadi ngelantur gini pikiran

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 9

Chapter IX
* * *

Pagi itu, entah pukul berapa aku terbangun dari tidurku karena Icha menjepit hidungnku sampai aku gelagapan kehabisan nafas. Hampir aku memarahinya karena kesal, tapi saat ku lihat Icha duduk di tepi ranjang tersenyum ke arahku membuat rasa marahku sirna seketika. Bukan karena senyumnya sebenarnya, tapi karena ku lihat Icha masih tanpa busana dengan wajah segar dan rambut yang

Saturday, 31 October 2015

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 8

Chapter VIII

* * *


Aku masih kepikiran dengan perkataan tante Ririn barusan. Tapi jujur saja, aku juga bingung bagaimana harus menanggapinya. Jika aku masuk, maka hilang sudah rasa hormatku padanya dan tante Ririn pun pasti akan kehilangan harga diri didepanku maupun anak-anaknya nanti. Meski aku tak mau munafik jika berkata nafsuku tak terpancing karenanya, tapi akalku juga masih waras untuk

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 7

"Tante, ikut saya keluar" aku mengajak tante Ririn


Tante Ririn berjalan tergopoh menghampiriku, si pria tak tinggal diam. Dipegangnya tangan tante Ririn, sambil membentakku "Lu gak usah ikut campur ya, bukan urusan lu!" katanya
Aku menepis tangannya, ku raih pundak tante Ririn.
"Diem lu bajingan!" aku balas membentaknya
Dia terpancing dan mencoba menyerangku, ku tepis tangannya yang coba

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 5

Sabtu Malam, Pukul 19.00



Aku baru sampai di rumah Rana dan Rani untuk mengantar mereka pulang. Awalnya aku ingin langsung pergi lagi, tapi mereka menawarkan agar aku mampir dulu. Lagipula setelah ku pikir-pikir rasanya aku ini cowok pengecut kalau tidak menemui tante Ririn setelah telat mengantar anaknya pulang.

"Tok tok tok" Rana mengetuk pintu, "Mahh..."
Tersengar suara kunci dibuka dan

Monday, 26 October 2015

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 5

PART V

* * *



Aku dan Rani masih mematung di posisi yang sama, dan aku yakin Rani pun sama kagetnya denganku mendengar suara dibalik pintu. Belum sempat aku berfikir, aku justru tambah dibuat panik saat tersadar kalau aku lupa mengunci pintu saking nafsunya.
"Anjrit, kunci pintunya malah masih diluar" umpatku dalam hati

Baru akan ku cabut penisku, "Glekk.." suara itu terdengar seirama dengan

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 4

PART IV


* * *



Jum'at Malam, Entah Pukul Berapa
Aku hampir bisa melupakan kejadian konyol sore tadi dengan cara menyibukkan diri menyiapkan desain pesanan langgananku, sampai saat ku lirik layar hp ku. Rani mengirim pesan, "Mas, telfon dong"
Singkat, tapi cukup membuatku penasaran. Tanpa pikir panjang langsung saja ku telfon Rani.


"Halo Ran" sapaku
"Iya halo" jawabnya singkat
"Ada apaan

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 3

PART III

* * *

Kamis Malam, Pukul 23.15



Aku sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi, badanku masih terasa lemas. Entah akibat bercinta dengan Rana, atau karena aku memang baru bangun tidur sejak pulang mengantar Rana tadi.

Ku nyalakan sebatang rokok, dalam setiap hisapannya seolah menyegarkan kembali ingatanku tentang pergumulan sore tadi. "Rana... gimana caranya ya

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?! 2

PART II

* **



Kamis Sore, Pukul 15.40
Pulang mengantar Rani, sebetulnya aku ingin langsung pulang ke rumah. Tapi tak ada salahnya aku mampir dulu ke cafe milik temanku sekedar ngopi untuk menyegarkan pikiran.
Sesampainya di cafe ternyata temanku sedang tidak ada sepertinya, langsung saja ku pesan secangkir kopi. Sambil menunggu pesananku datang, iseng ku rogoh hp dari kantong celanaku mumpung

Kembar?? Aduh, jadi nyasar kan?!

PART I
* * * Kamis Siang, Pukul 12.45, di Rumahku



Siang itu matahari cukup terik sepertinya, terlihat dari terangnya sinar yang masuk melalui jendela kamarku meski terhalang korden yang sengaja tidak ku buka, toh sebentar lagi aku juga pergi. Untung saja aku baru selesai mandi hingga tak merasakan gerah sama sekali.

Setelah berpakaian rapi ku lirik jam tanganku, sudah pukul 13.00 waktunya