Showing posts with label Disha. Show all posts
Showing posts with label Disha. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

The Begining, Binalnya Istriku 8

Menggunting dalam Lipatan
Aku memacu cepat kendaraanku sambil mengingat-ingat jalan yang tadi kulewati, hingga akhirnya kulihat sebuah apartemen didekat jembatan yang menandakan aku sudah berada dijalur yang benar, kuparkirkan mobilku dan kuajak pardi turun. Kami segera mencari meja yang kosong, karena tempat nya cukup ramai sore ini. Pakaianku yang sedikit terbuka ini kembali mengundang

Wednesday, 4 November 2015

The Begining, Binalnya Istriku 7




Kunjungan dari Kampung

Kulihat istriku kembali kedapur seusai mengantar tukang sayur itu kedepan rumah, pinggulnya bergoyang kekiri dan kekanan ketika dia melangkahkan kakinya, dan tak hanya itu kedua pantatnya yang indah pun turut bergoyang seirama dengan lenggok pinggulnya. Aku buru-buru memutar kesamping rumah supaya istriku tidak menyadari jika aku sudah pulang dan bahkan aku mengetahui

The Begining, Binalnya Istriku 6


Panasnya berbelanja

Akhirnya masa liburan kami dirumah orang tua telah usai, dan kami harus kembali kekota tempat tinggal kami sekarang, baik aku maupun istriku disha akan kembali pada rutinitas pekerjaan kami sehari-hari dan meninggalkan segala kenangan didesa, hal-hal menyenangkan yang kami lakukan dan juga hal-hal yang membuat hatiku sebagai suami sakit hati. Namun harapanku agar istriku

The Begining, Binalnya Istriku 5


Iuran bersih desa

Aku ketiduran cukup lama rupanya setelah meraih orgasme dengan tanganku sendiri tadi, dibantu bayangan istriku yang tengah kubayangkan digauli oleh kedua keponakanku yang memiliki batang penis besar dan panjang itu. Kulihat jam dinding menunjukkan pukul 09.30, dan aku belum mengambil air untuk mandi nanti sore, waahh gawat ini bisa tidak mandi nanti orang serumah batinku cemas

The Begining, Binalnya Istriku 4


Pertunjukan untuk Keponakan





Semenjak kejadian dikebun tebu pada malam hiburan rakyat, kini mulai kurasakan perubahan dari sikap istriku, pertama istriku mulai berani berpenampilan “terbuka”, dalam artian bahwa ketika didalam rumah istriku berani menggunakan daster tanpa lengan berbelahan dada rendah tanpa mengenakan BH lagi didalamnya dan kadang aku memergoki dia tanpa menggunakan celana

The Begining, Binalnya Istriku 3


Hiburan rakyat tari kuda kepang

Kepalaku pusing melihat kejadian disungai tadi, bagaimana bias istriku yang cantik, istriku yang kucintai, ibu dari kedua anak-anakku tega-teganya menghianati aku suaminya dengan sadarnya dia bersetubuh bersama lelaki yang baru dikenalnya. Sepanjang perjalanan kembali kerumah aku dilanda kebingungan harus bersikap bagaimana terhadap istriku itu. Apakah akan aku